Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Peduli Padaku Kau Bilang? Kentut!

  Kau akan selalu memberikan jawaban paling klasik: bahwa waktu akan menyembuhkanku. Tapi bagaimana jika ternyata aku tak punya cukup waktu untuk benar-benar sembuh? Bagaimana jika sampai tua aku terus dikoyak luka pemberianmu? Dan sesak nafas ini, akan bertahan selamanya. Mengakar sampai ke liang tanah. Kau peduli? Kau cuma memberiku kata sabar dan ikhlas setiap kali aku mengadu. Kau menyarankan untuk memasrahkan diri ke Tuhan atau segera mencari penggantimu. Kau memaksaku untuk meredam isak tangis setiap aku mengingatmu, bahkan ketika aku cuma bilang rindu. Berkali-kali, kau menyuruhku untuk melupakanmu. Bisa kau beritahu caranya? Sungguh, aku ingin tahu. Kau sudah bisa bahagia toh? Lalu… hei! Apakah kau sadar kau itu sudah masuk ke semperempat umurku? Kau mengijinkan aku membersamaimu. Kau bahkan menganggapku lelaki paling istimewa setelah ayahmu. Lalu kau pergi seenak jidat, meninggalkan aku yang patah. Menjadikan aku manusia paling kosong dan tak bahagia di jagat raya. Kau tah...

Tak Kurang Tak Lebihny Ku Damai

Ketika kupergoki bunga-bunga bermekaran di matamu, aku sangat yakin hubungan ini akan berjalan lancar. Belum lagi rayuanku yang selalu kau sambut dengan emoji lucu, membuatku giat penetrasi ke hatimu. Ya, sejak awal aku memang suka padamu. Suka pada cara bicaramu, pada diksi yang kau pilih ketika mengutarakan sesuatu, pada gontai kepala yang kau daratkan di bahuku, juga pada kegembiraan yang kau pancarkan setiap kita bertemu –meski aku juga tahu; kau lihai menyembunyikan luka. “Tapi bukankah luka bisa disembuhkan?” Ujarku dalam hati. Maka dengan dalih mengajakmu nyore di Semesta Gallery, aku mengutarakan niatku. Meluruskan hubungan kita yang lupa diberi nama. “Bukankah ini harus dipatenkan?” kataku di antara sinar senja yang belepotan di pelipismu. Tapi kau bergeming. Matamu menolak tatapanku. Matamu pergi ke suatu masa yang monokrom. “Masa lalumu belum pergi, ya?” Timpalku pada helai rambut yang berserakan di bahumu. Lagi-lagi kau diam. Kau seolah ingin semua yang sudah kita lalui cum...