Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Laki-laki dan Sejuta Kekurangannya

Sore tadi aku melihat sebuah tulisan yang cukup sakit sekali untuk dibaca, hingga komentar yang ada di postingan itu juga tak kalah menyakitkan;  [Dari semua jenis ilfeel, rasa ilfeel tertinggi jatuh kepada cowo yang selalu bilang "aku orang susah ga kaya kamu, aku gak punya uang, gak punya apa-apa"] Lalu aku melihat ke arah komentar yang cukup menampar diri sendiri; "Aku  lebih suka cowo itu berusaha dibanding banyak ngeluhnya" "Geli banget liat cowo sedikit-sedikit ngeluh insecure, sedikit-sedikit ngeluh tentang keluarganya, ngeluh tentang kerjaannya, ngeluh tentang hidupnya" Emang salah ya, laki-lakimu mengeluhkan dunianya kepadamu? Emang salah ya, laki-lakimu menceritakan kekurangannya kepadamu? Emang seburuk itu ya, nasib seorang laki-laki yang masih berproses? Emang ngejelasin kondisi hidupnya, kepada perempuan yang ia sayang, merendahkan harga diri laki-laki? Menyakitkan yaa, saat ingin menyuarakan lelahnya hidup, tapi malah dianggap minta dikasihan...

—Harga Yang Harus Aku Bayar Untuk Menjadi Dewasa

Dalam tenangnya aku, aku menyimpan banyak luka yang tak pernah mampu aku jelaskan. Banyak sekali manusia yang telah pergi dari hidupku, menyisakan rasa sakit, trauma, dan kesedihan yang mendalam. Berkali-kali aku menyaksikan orang-orang yang aku cintai, melambaikan tangan, tersenyum di hari terakhirnya hidup. Kehilangan masa jaya orangtua, lalu mengemban tugas yang cukup berat setelah sekolah usai, seakan dunia berputar dengan sangat kejam, memaksaku untuk keluar dari jalan yang telah lama aku nikmati. Kau fikir, aku tidak merasakan sedih setiap kali menulis ? Terkadang aku menangis melihat kebahagiaanku sekarang namun untuk sampai ke titik ini, aku harus merasakan kehidupan yang menyakitkan, dan untuk menemukan diriku yang sekarang, aku harus membunuh diriku di masa lalu -erwanekas