Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Tumbuh di Atas Duri

 Aku tak mengingatmu lewat puisi. Aku tak mengingatmu lewat hujan atau sore. Aku tak mengingatmu lewat romansa city light yang membuat malam kita dipenuhi bunga-bunga. Aku mengingatmu lewat irisan luka tanpa jeda. Kesedihan yang pekat, air mata yang kusam, dan kepiluan yang tumpah ruah di selasar perasaanku membuat bahagia kehilangan makna. Dan yang paling menyebalkan adalah aku akan selalu terperangkap di ruang hampa; menyaksikan waktu mengeras sedemikian rupa, dan entah kenapa, hari ini, tak ada lagi ucapan cinta yang bisa ku percaya. Namun aku tetap berdoa. Pun sebelum aku mengirim pesan perihal perlakuanmu yang selalu tak bisa kau eja karena kepalamu sekeras batu sehingga waktu cuma bisa memberiku luka paling runcing.  Luka yang menusuk segala indera.  Luka yang menyengat kepala hingga jadi terasa membosankan.  Luka yang membisankan... kau bisa bayangkan? Dan akhirnya luka membuatku mati rasa.  "Luka. Tiada rasa. Mati rasa" Maka terbanglah, entah ke bahu yan...