Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Akhir Dari Pencarian Kebahagiaan

Gambar
 setelah pencarian panjang terhadap kebahagiaan dan kesuksesan besar dalam menemukannya, saya akhirnya tersadar akan sesuatu. bahwa kita perlu sedih juga pada waktunya, bahwa kita perlu diam dan tidak tertawa juga  pada waktunya.  bukan karena kita berprasangka buruk kepada kehidupan. tapi sesederhana hanya karna emosi kita butuh keseimbangan. satu air mata tidak akan mengubah fakta bahwa kau bahagia. sebuah pengakuan akan perasaan sakit tidak akan mengubah fakta bahwa kau akan tetap bisa bahagia kapanpun kau ingin. jadi tidak apa, biarkan saja emosi itu mengalir sekali-kali. itu sungguh akan membuatmu merasa lebih baik. dan membuatmu merasa lebih manusia. erwanekas

Sebatas Diperlukan

Gambar
aku pernah menemukan satu hari yang mana duduk disampingmu adalah tenang, seperti merasa pulang dan menemukan rumah untuk singgah. kamu menjaga ketakutanku, kamu menjaga kekhawatiranku. aku akan tetap bersyukur karena pernah diberi kesempatan mengenalmu. pernah menjadi alasanmu tertawa, pernah menjadi pendengar cerita-ceritamu  walau cerita yang membuat dadaku merasa sesak, setidaknya aku sempat menjadi sesuatu dihidupmu meski hanya sebatas diperlukan, bukan dipelukan. semuanya pasti akan mengecewakan pada waktunya, datang karena hanya sepi dan pergi karena sudah tidak sehati. ternyata orang datang dan pergi itu benar adanya, semuanya akan meninggalkan pada waktunya dan seharusnya dari awal semacam basa-basi sudah cukup diakhiri dengan sadar diri bukan malah mengejar yang tidak pasti. erwanekas

Pertanyaan Tentang Cinta

Gambar
 aku mengetuk pintu didadaku dan tak ditemukan siapapun —termasuk aku. awan berpindah-pindah seperti peragu yang mencocokkan jawaban klise;  apakah mencintaimu adalah benar ku lakukan? seperti lengkung bambu yang terbawa percakapan angin, aku memulihkan ingatan, menimbang pertanyaan-pertanyaan yang tak tuntas. sebelum sesak hinggap dikepala; apakah aku benar aku menyimpanmu di dadaku? erwanekas

Mau Singgah Atau Sungguh

Gambar
dulu sekali, pernah datang seseorang yang dengan baiknya menawarkan sebuah kebahagiaan. tanpa sadar aku menerimanya, aku membawanya masuk ke dalam hidup, dan mengizinkannya tinggal. kusediakan seluruh hal yang kupunya, sampai aku lupa menyisakkan bagian untukku. aku selalu berhati-hati kalau menyangkut perihal rasa, sebab itu akan sangat membatasi diriku dengan pesan-pesan singkat dari orang asing, bahkan yang sudah kukenali sekalipun. karena aku tau, ketika aku sudah jatuh hati aku sering lupa pada diriku sendiri. aku tidak akan menguncinya rapat-rapat lagi, kan kubiarkan kau masuk melihat isinya, jika kau betah kau akan menyediakan segalanya, dan saat kau merasa rumahku tak layak untuk dihuni, akan kuantar kau sampai ke pintu depan, seperti pertama kalinya.  erwanekas

Aku Tidak Apa-Apa

Gambar
Aku anak laki-laki yang tidak pernah bilang aku kenapa, karena aku baik-baik saja. Namun disetiap malamnya aku insomnia, aku lebih suka sendiri, lebih banyak diam dan melamun bahkan sering sekali memalsukan tawa. Aku suka malam tapi aku juga tidak suka tenggelam didalam kesepian. Aku tidak bisa terima kenyataan, tapi kenyataannya harus aku terima erwanekas

Membawa Harapan

Gambar
   Ada anak yang kini sedang berusaha sekuat tenaga agar bisa meraih mimpinya. Di atas banyak keraguan orang lain, ia tetap berjalan meskipun perlahan.   Banyak yang tidak yakin ia bisa, tapi tak sekalipun ia menghentikan langkahnya sebab ia tahu, harapan yang ia bawa bukan hanya sekedar harapan dirinya sendiri. Tapi juga harapan kedua orang tuanya.   Sesekali ia memeluk dirinya sendiri meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Karena ia yakin bahwa tuhan tak akan biarkan setiap doa berlalu tanpa hadiah indah yang menjadi nyata.   Segala luka yang menggores dirinya ia sembuhkan sendiri dan ia tutupi dengan senyuman. Ia tak mau orang tuanya tahu, bahwa ia juga bisa rapuh.   Ia tak mau dunia menilai dirinya lemah. Walaupun ia tahu, ia tak bisa membohongi tuhannya.  erwanekas

Mahkluk Cendikiawan

Gambar
hari demi hari, manusia-manusia  semakin aneh bulan-bulan dijadikan tempat  pengharapan padahal hasilnya tentu saja kesia-siaan  berbondong-bondong menulis hajat di setiap awal bulan  berharap semuanya terwujud  menjadi kenyataan akhir-akhir mereka malah mendapat kekecewaan karena tak berjalan sesuai dengan pengharapan seonggok tulang belulang terlalu lompong jika diartikan makhluk cendikiawan  berharap dengan yang jelas-jelas bukan tuhan  -erwanekas