Jakarta itu menyenangkan sekaligus...
Kita pernah membuat romansa di Jakarta, lewat susunan agenda yang selalu menyenangkan. Kita membuat itinerary kita sendiri ditengah tugas kuliah yang sialan. Dari utara sampai selatan; kita meninggalkan jejak di setiap pemberhentian. Kau ingat malam di pinggir jalan Bulungan? sedikit gerimis kala itu. kau memakai hoodie hitam yang ternyata tak mampu menahan gigilnya udara. "Aku mau wedang ronde" katamu. Sementara di balik awan dan pepohonan, Monas mengintip malu-malu; ia jadi bukti bahwa hangatnya kebersamaa kita bisa mengalahkan gigilnya udara. Sebelum tengah malam, kita menuju Kemang. Ada gudeg paling enak siap menyuplai tenaga diantara pertigaan kemang 1. "Nasinya setengah aja ya, bu" katamu selalu. Dan selepas dini hari, kita kembali pada tempat masing-masing. Aku di Gandaria Jingga, kau di Perumahan Dokter. Kita sama-sama menanam rindu. Sama-sama memimpikan bisa bangun pagi bersama. Sama-sama bisa melihat sore dan pagi di teras rumah berdua. Tapi lama-...