Jakarta itu menyenangkan sekaligus...

 Kita pernah membuat romansa di Jakarta, lewat susunan agenda yang selalu menyenangkan. Kita membuat itinerary kita sendiri ditengah tugas kuliah yang sialan. Dari utara sampai selatan; kita meninggalkan jejak di setiap pemberhentian. 

Kau ingat malam di pinggir jalan Bulungan? sedikit gerimis kala itu. kau memakai hoodie hitam yang ternyata tak mampu menahan gigilnya udara. 



"Aku mau wedang ronde" katamu.



Sementara di balik awan dan pepohonan, Monas mengintip malu-malu; ia jadi bukti bahwa hangatnya kebersamaa kita bisa mengalahkan gigilnya udara. Sebelum tengah malam, kita menuju Kemang. Ada gudeg paling enak siap menyuplai tenaga diantara pertigaan kemang 1. 



"Nasinya setengah aja ya, bu" katamu selalu.



Dan selepas dini hari, kita kembali pada tempat masing-masing. Aku di Gandaria Jingga, kau di Perumahan Dokter. Kita sama-sama menanam rindu. Sama-sama memimpikan bisa bangun pagi bersama. Sama-sama bisa melihat sore dan pagi di teras rumah berdua. 

Tapi lama-lama, Jakarta tak mau diajak kerja sama. Jakarta mengirimkan petir paling anjing ke kepalaku. Bersama deru klakson kendaraan di Gatot Subroto, kau meninggalkan Jakarta dengan duka. 

Meninggalkan M-Bloc,
Meninggalkan puluhan cup Kopi Dudungmaman,
Meninggalkan potongan Croffle di Bakerman,
Meninggalkan ku dengan pedih paling bajingan. 

Lalu bersamaan dengan lantang panggilan boarding, kita saling memberi lambaian tangan. Aku memberikanmu jaket yang kupakai saat kita ke Bulungan, sedang kau memberiku gelang aneh yang selalu kau paksa untuk kupakai di pergelangan. Kita sepakat untuk bertemu lagi suatu saat.


Entah kau dengan lakimu, atau aku dengan perempuanku. Tentu kita sama-sama mengutuk, tapi harus saling berlapang dada kan?

Dan ya...
Kini Jakarta jadi sepi, Jakarta jadi tak menarik lagi. Monas mengingkari janji 

Ya sudah.
Sampai bertemu lagi dengan perasaan yang berbeda. 
Dengan hati yang lebih bahagia. Dengan ingatan kisah yang ternyata tak bisa bersama. Semoga kau bisa menemukanku di sana. Semoga aku, juga bisa menemukanmu di sini.

Di jakarta







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Gigs yang Membantu Membuka Pintu Lama yang Tertutup

Tapi Rumah Hanya Kata Benda

Tak Kurang Tak Lebihny Ku Damai