Tapi Rumah Hanya Kata Benda

Pernah kau dalam sekali waktu tak bisa menghandle semuanya? Menghandle rutinitas pekerjaanmu, yang kemudian bikin gemes tak karuan. Tak masalah bila itu terjadi pada satu hal saja. Yang kubicarakan ini pada banyak hal yang jadi tumpuan pendapatanmu dan every single time kau coba menenangkan diri, justru jadi hantaman paling dahsyat. Lalu, kau duduk di pojokan, merasa memang sudah harusnya pasrah dan berserah. Merasa kau tak layak dengan pekerjaanmu, dan merasa kau hanya remah di semesta yang absrud ini.

Sehari, dua hari, satu minggu… semua tak kunjung membaik. Kau merasa salah. Lalu melakukan ritual introspeksi. Kau temukan penyebabnya, saat akan kau selesaikan justru kian memburuk. Oke, kau bisa mengalihkannya dengan nonton film gratisan, mendengarkan lagu, berjalan di pantai atau melihat matahari surut. Sepersekian detik kemudian, semuanya muncul lagi. Lalu kau kebingungan dan mencari rumah untuk singgah. 

Tapi rumah hanya kata benda, kau tak bisa menetap, kau hanya bisa istirahat sejenak lalu beranjak.

Lama-lama kau pikirkan lalu menemukan sudut pandang mainstream; bahwa ini adalah hidup. Kau tersenyum; mencoba tabah sambil menyulut rokok. Kau dipenuhi asap. Namanya asap, pasti tak beraturan; seperti hidupmu. Hidupmu yang sok, hidupmu yang selalu sombong bisa mengatasi semuanya tapi malah merengek. Hidupmu yang jauh dari goal tapi merasa sudah mengerjakan semuanya dengan benar.

Jadi, apa kesimpulannya? Tak ada! Kau harus tetap berjalan, atau mati tanpa apa-apa. 

Itulah mengapa kau jangan kemaruk dengan mengerjakan banyak hal yang sebenarnya bisa kau lakukan tapi kau terima begitu saja. Oke, kau punya banyak bidang yang kau kerjakan dan itu menghasilkan, tapi cobalah lebih selektif. Kalau kau bisa melakukan semuanya dengan professional, itu berarti kau bukan benar-benar seorang professional. Kau bisa banyak bidang, berarti kau tak bisa apa-apa.

Aku sedang di Kopi Negri bersama kekasih, btw. Mengerjakan hal yang itu-itu saja dengan hidup yang itu-itu saja. Aku bilang padanya

“Hari ini aku gemes banget!”

“Gemes kenapa?”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Gigs yang Membantu Membuka Pintu Lama yang Tertutup

Tak Kurang Tak Lebihny Ku Damai