Sadar





 Sadar?

 ya aku sadar, atas rasa yang selama ini ku puja mungkin hanya aku saja yang merasakannya

4 tahun kita saling sapa

apakah tak ada rasa yang sama? ku ingin mengatakan rasa yang sebenernya ke dua kalinya, namun aku sadar semua ini hanya ironi. meletakan rasa diatas nurani dan begitu mendewakan ekspetasi.

Sadar?

ya aku sadar, mungkin aku hanya figuran semata. tapi apakah tidak bisa menjadi pendamping tokoh utama?

hmm namun apa daya aku masih asik menjadi badut aksi untuk Biang Lara yang tak bisa disudahi. dan setelah semua ini, mungkin aku belum paham arti “sadar”


-erwanekas




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Gigs yang Membantu Membuka Pintu Lama yang Tertutup

Tapi Rumah Hanya Kata Benda

Tak Kurang Tak Lebihny Ku Damai