Sore ini hujan

 Sore ini hujan; kenangan soal sakit itu menggenang. Ku hisap lagi rokok kesekian, agar reda kedinginan. Sedang kau di sana rapih menyusun alur kebohongan. Agar paling tidak aku percaya padamu--yang bersikukuh masih ingin berpegang tangan. 


"Hubungan ini salah, pergilah. Kapanpun kau suka. Aku tak apa." Kataku sambil memeras sore.

"Aku masih mau di sini, bersamamu, melewati purnama yang tak pernah kita tau kapan muncul" Jawabmu sambil meremas malam. 


Lalu sekian purnama telah gugur, kau masih dengannya dan kita masih bersama. Kita saling masih bertatap mata melalukan segalanya berdua. Meski kita tau, akan ada luka baru didepan sana. Ya, pada akhirnya. Kau akan memilih dia. 


Jadi, kenapa aku harus ada? 


-erwanekas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Gigs yang Membantu Membuka Pintu Lama yang Tertutup

Tapi Rumah Hanya Kata Benda

Tak Kurang Tak Lebihny Ku Damai