Neraka yang Kau Takuti Bersemi dalam Hati
Api itu tak datang dari langit,
bukan pula dari lubang-lubang gelap bumi,
ia tumbuh perlahaan dalam bisik
pada malam sunyi yang tak pernah kita peduli.
Bukan jerit, bukan bara,
tapi kecewa yang tak sempat terbagi,
dendam yang diam-diam dirawat
dalam pot kecil bernama hati.
Kau takut neraka,
tapi menolak menatap cermin,
padahal luka-luka kecil yang kau beri
adalah korek api yang kau nyalakan sendiri.
Ia tak menyala di neraka asing,
melainkan pada dada yang kau tikam,
pada akata yang tak kau ucapkan,
dan jannji yang kau bunuh diam-diam.
kini lihatlah,
bunga-bunga hitam itu mekar di dadamu,
wangi seperti pengampunan
tapi akarnya dari kemarahan yang
membeku.
Neraka yang kau takuti tak menunggumu mati,
ia sudah hidup—dan kau sirami sendiri.
Komentar
Posting Komentar