Postingan

Sadar

Gambar
 Sadar?  ya aku sadar, atas rasa yang selama ini ku puja mungkin hanya aku saja yang merasakannya 4 tahun kita saling sapa apakah tak ada rasa yang sama? ku ingin mengatakan rasa yang sebenernya ke dua kalinya, namun aku sadar semua ini hanya ironi. meletakan rasa diatas nurani dan begitu mendewakan ekspetasi. Sadar? ya aku sadar, mungkin aku hanya figuran semata. tapi apakah tidak bisa menjadi pendamping tokoh utama? hmm namun apa daya aku masih asik menjadi badut aksi untuk Biang Lara yang tak bisa disudahi. dan setelah semua ini, mungkin aku belum paham arti “sadar” -erwanekas

Dua Manusia Yang Asing

Gambar
hal yang paling menyedihkan adalah saat aku harus mengikhlaskan sesuatu hal menjadi asing, harus melalui suatu hari dimana saat aku bertemu denganmu kita harus berpura-pura tak saling sapa, harus berpura-pura tak pernah saling mengenal sebelumnya dan, tak pernah terjadi apa-apa. ku pikir aku tak pernah sanggup melakukan ini semua tapi, semesta tetap memaksa untuk melakukannya. kini, kita seperti dua orang asing yang saling bungkam, padahal jelas kita saling mengetahui rahasia masing-masing.  kita seperti dua orang asing yang tak pernah bertemu, padahal kita pernah berbicara tentang seluruh dunia sampai tak kenal waktu. erwanekas

Akhir Dari Pencarian Kebahagiaan

Gambar
 setelah pencarian panjang terhadap kebahagiaan dan kesuksesan besar dalam menemukannya, saya akhirnya tersadar akan sesuatu. bahwa kita perlu sedih juga pada waktunya, bahwa kita perlu diam dan tidak tertawa juga  pada waktunya.  bukan karena kita berprasangka buruk kepada kehidupan. tapi sesederhana hanya karna emosi kita butuh keseimbangan. satu air mata tidak akan mengubah fakta bahwa kau bahagia. sebuah pengakuan akan perasaan sakit tidak akan mengubah fakta bahwa kau akan tetap bisa bahagia kapanpun kau ingin. jadi tidak apa, biarkan saja emosi itu mengalir sekali-kali. itu sungguh akan membuatmu merasa lebih baik. dan membuatmu merasa lebih manusia. erwanekas

Sebatas Diperlukan

Gambar
aku pernah menemukan satu hari yang mana duduk disampingmu adalah tenang, seperti merasa pulang dan menemukan rumah untuk singgah. kamu menjaga ketakutanku, kamu menjaga kekhawatiranku. aku akan tetap bersyukur karena pernah diberi kesempatan mengenalmu. pernah menjadi alasanmu tertawa, pernah menjadi pendengar cerita-ceritamu  walau cerita yang membuat dadaku merasa sesak, setidaknya aku sempat menjadi sesuatu dihidupmu meski hanya sebatas diperlukan, bukan dipelukan. semuanya pasti akan mengecewakan pada waktunya, datang karena hanya sepi dan pergi karena sudah tidak sehati. ternyata orang datang dan pergi itu benar adanya, semuanya akan meninggalkan pada waktunya dan seharusnya dari awal semacam basa-basi sudah cukup diakhiri dengan sadar diri bukan malah mengejar yang tidak pasti. erwanekas

Pertanyaan Tentang Cinta

Gambar
 aku mengetuk pintu didadaku dan tak ditemukan siapapun —termasuk aku. awan berpindah-pindah seperti peragu yang mencocokkan jawaban klise;  apakah mencintaimu adalah benar ku lakukan? seperti lengkung bambu yang terbawa percakapan angin, aku memulihkan ingatan, menimbang pertanyaan-pertanyaan yang tak tuntas. sebelum sesak hinggap dikepala; apakah aku benar aku menyimpanmu di dadaku? erwanekas

Mau Singgah Atau Sungguh

Gambar
dulu sekali, pernah datang seseorang yang dengan baiknya menawarkan sebuah kebahagiaan. tanpa sadar aku menerimanya, aku membawanya masuk ke dalam hidup, dan mengizinkannya tinggal. kusediakan seluruh hal yang kupunya, sampai aku lupa menyisakkan bagian untukku. aku selalu berhati-hati kalau menyangkut perihal rasa, sebab itu akan sangat membatasi diriku dengan pesan-pesan singkat dari orang asing, bahkan yang sudah kukenali sekalipun. karena aku tau, ketika aku sudah jatuh hati aku sering lupa pada diriku sendiri. aku tidak akan menguncinya rapat-rapat lagi, kan kubiarkan kau masuk melihat isinya, jika kau betah kau akan menyediakan segalanya, dan saat kau merasa rumahku tak layak untuk dihuni, akan kuantar kau sampai ke pintu depan, seperti pertama kalinya.  erwanekas

Aku Tidak Apa-Apa

Gambar
Aku anak laki-laki yang tidak pernah bilang aku kenapa, karena aku baik-baik saja. Namun disetiap malamnya aku insomnia, aku lebih suka sendiri, lebih banyak diam dan melamun bahkan sering sekali memalsukan tawa. Aku suka malam tapi aku juga tidak suka tenggelam didalam kesepian. Aku tidak bisa terima kenyataan, tapi kenyataannya harus aku terima erwanekas